ORA ILOK/ PAMALI

Saat akan mempunyai hajat atau hal kegiatan sehari2 kerap terjadi itung2, jika tidak dilaksanakan sesuai omongan/ itung2, kebetulan terjadi kejadian yang buruk (Waril) hal tersebut sering terjadi dan di jadikan patokan (dasar hukum) .
Teori mudahnya: Jika 1 orang berkata *contoh " Anak muda (khususnya Jomblo) tidak boleh makan (Brutu) bagian daging ayam yang sangat empuk, jika makan nanti mengakibatkan Planplin dalam mencari jodoh. atau Anak muda tidak boleh makan/duduk didepan pintu , akan menyebabkan menutupi jodoh" dan masih banyak lainya.
Perbuatan yang tidak boleh di lakukan saat hamil dll

*Ngeles===> Padahal Brutu adalah bagian yang paling Gurih, yaaa wajarlah jadi rebutan.. hahaha

*Ngeles===> Kalau dijalan ya jadi menghalangi jalan orang mau lewat ini wajar jika siapapun jangan di jalan/pintu.

itu jika 1 orang yang berkata, Nah... jika lebih 1 orang.....sebut saja 10....20 atau 40 bahkan lebih . jika 40 orang maka hukumnya seperti 1 orang wali yng berdoa. lalu jika satu RT, satu Kota ada berapa ribu orang, dan berkata atau percaya hal itu,,. wajarlah jika yang diucapkan orang banyak jadi nyata. karena ang doa sudah banyak. bahkan hingga turun temurun ke anak cucu masih berkata sama. 
ini hanya ndongen,,, hehe 
silahkan anda boleh berpendapat sendiri2.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَآ أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطٰنُ يَدْعُوهُمْ إِلٰى عَذَابِ السَّعِيرِ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (Neraka)?
[QS. Luqman: Ayat 21]


0 komentar: