Hanya Kesal saja dengan Drama politik, Apa untungnya coba?

Apa tidak bisa, Politik Indonesia dilakukan dengan benar, ramah, tanpa ada isu palsu, atau isu plastik sobek atau apalah...
Saya sendiri sebagai warga Indonesia kesal dengan adanya drama drama kotor yang membodohi kaum jelata seperti saya.

Padahal "Saat ini" saya atau mungkin semua warga lainnya sedang menilai, melihat program apa yang di unggulkan dari kedua pasangan capres.

ehh,, malah drama lagi. Kesal deh guah. Kekesalan yang dulu , Drama bakpao juga belum hilang , malah ditambah drama Plastik. Gimana saya mau menilai?

Apa untungnya Coba?

Tuh lihat sendirikan, dari Pihak No 01 juga kecewakan. otomatis dampak dari drama , jadi banyak orang yang bilang " Pelaku Perobek Plastik Pasti dari 01" . Padahal .. Sudah terbuktikan?

Jika saya termasuk fanatisme 01. Pasti akan berkata " 02 Belum apa apa sudah drama, Bagaimana kalau jadi?". Coba siapa yang rugi...

Kalau Bagi kaum yang sedang mencari jatidiri, yang sedang memilah memilih mana yang terbaik, dengan adanya drama ini. yang tadinya sudah agak simpati ke 02, bisa saja pudar.. yah semoga tidak golputlah.

Terus terang saya jadi curiga, Lihat saat ini... dia Si plastik nangis2 minta maaf. Semua juga ikut maf maf. Ahh saya rasa ini hanya caper saja. Cari simpatik.

Masalahnya... Masyarakat Indonesia Sekarang sudah Pintar brow... Bisa melihat mana yang baik dan yang buruk... ! hemmm tidak juga sih. yang pintar hanya yg terbka hatinya dan bersyukur.

Jadi , bisa saja Drama dibuat untuk membuat Kesan " Bahwa 02 dan kawan2nya adalah kaum pemaaf, kaum solid"...yang ada bukan itu kali.  hmm jadi buruk sangka deh gueh.

dah itu saja.

0 komentar: